forum

Monday, 23 May 2011

INSTALASI JARINGAN KOMPUTER

Sebelum membahas tentang bagaimana melakukan instalasi jaringan komputer, terlebih dahulu diketahui apa sebenarnya yang dimaksud dengan jaringan komputer.
Secara sederhana jaringan komputer adalah 2 (dua) komputer atau lebih yang saling berhubungan satu sama lain, saling berkomunikasi secara elektronik, saling membagi sumber daya (misalnya cd-rom, printer, file sharing, pertukaran file, internet, dll) dan juga dapat saling mempergunakan sumber daya yang sama.
Komputer yang terhubung satu sama lain tersebut biasanya dapat dihubungkan melalui berbagai macam media seperti media kabel, gelombang radio, satelit, sinar infra merah.
Ada 3 macam jenis jaringan, yaitu :
1. Local Area Network (LAN)
2. Metropolitan Area Network (MAN)
3. Wide Area Network (WAN)
Sebagaimana yang kita ketahui bahwa saat ini, jaringan komputer terus berkembang semakin pesat. Hampir setiap perusahaan di berbagai bidang sudah menggunakan jaringan dalam kegiatan usaha mereka. Termasuk pada area perumahan di seluruh dunia untuk saling berkomunikasi. Dalam unit ini peserta kompetensi akan mempelajari tentang Local Area Network (LAN) yang memiliki lingkup yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan MAN dan WAN.

B. MEMPERSIAPKAN PERALATAN INSTALASI JARINGAN KOMPUTER
Sebelum Anda mulai melakukan instalasi jaringan komputer, kita harus terlebih dahulu memikirkan kira-kira rancangan Topologi apa yang akan digunakan. Topologi adalah pola yang dianut dalam merangkai jaringan yang menunjukan bagaimana bentuk hubungan antara server dengan workstation lainnya.
Ada beberapa sistem topologi yang umum dipakai,yaitu
1. Topologi Star (Bintang)
Yaitu Topologi yang menjadikan komputer server menjadi titik pusat pelayanan bagi semua workstation.
2. Topologi Linier Bus
Yaitu workstation saling berhubungan dengan kabel berbaris yang salah satu ujungnya dihubungkan dengan server melalui suatu Hub.
3. Topologi Ring (Cincin)
Yaitu server dihubungkan ke beberapa workstation yang membentuk lingkaran (cincin).
4. Topologi Tree
Yaitu penggabungan beberapa jalur bus kecil ke dalam sebuah jalur bus besar. Merupakan perluasan dari topologi Bus Linear.
Setelah kita mengetahui sistem Topologi yang akan dipakai, kita dapat menyiapkan peralatan-peralatan yang diperlukan serta mengidentifikasi apakah operating system yang ada memungkinkan kita untuk membuat sistem Topologi yang sudah kita pilih. Selain itu, kita juga harus menyiapkan driver-driver yang dapat membuat perangkat hardware yang telah kita pasang nantinya dapat bekerja secara maksimal.

C. MENYIAPKAN PAKET INSTALASI DRIVER PERANGKAT JARINGAN
Perangkat lunak jaringan terdiri dari driver interface (NIC), system operasi jaringan atau Network Operating System (NOS), Aplikasi Jaringan, Aplikasi Manajemen dan Aplikasi Diagnostik/Monitoring dan Aplikasi Backup. Beberapa dari elemen-elemen ini terbundel dalam satu paket NOS dan sebagian berbentuk sebagai third-party software.
Driver menjembatani kartu jaringan dengan perangkat lunak jaringan di sisi server maupun workstation. Driver kartu jaringan spesifik terhadap jenis kartu jaringan dan sistem operasi yang dipakai, biasanya selain disediakan oleh vendor, pembuat kartu tersebut juga kadang disediakan oleh vendor sistem operasi jaringan. Jika anda kehilangan driver NIC tersebut anda masih bisa mencari melalui internet ke situs vendor tersebut atau ke situs NOS-nya.
Jenis driver yang dikembangkan ada dua buah yaitu Open Data-Link Interface (ODI) dan Network Driver Interface Specification (NDIS).
Network Operating System berjalan di server dan bertanggungjawab untuk memproses request, mengatur jaringan, dan mengendalikan layanan dan device ke semua workstation. NOS bisa saja merubah file system yang dipakai di workstation secara transparan, misalnya pada sistem Novell Netware, workstation menggunakan Windows dengan filesystem FAT dan server menggunakan Netware File System, contoh lain yaitu koneksi Windows ke Linux Samba.
Setiap workstation membutuhkan aplikasi NOS client untuk dapat berkomunikasi dengan server. Aplikasi ini sering juga disebut sebagai shell, redirector, requestor atau client. Pada umumnya NOS client sudah terbundel dalam system operasi, misalnya Samba client di Windows sudah termasuk dalam Explorer.
Network Aware Application adalah bundel aplikasi server yang didesain khusus untuk sistem jaringan. Aplikasi ini mempunyai sifat aware terhadap sistem jaringan seperti pencatatan akses, pembatasan akses tertentu, dll. Aplikasi yang canggih dalam dunia client/server bahkan bisa membagi proses ke mesin-mesin lain yang terpisah. Di Linux contohnya adalah proyek Beowulf.
Network Management Software adalah perangkat lunak yang berfungsi memonitor jaringan. Elemen yang dimonitor bias berupa aktivitas jaringan, hidup/matinya node, dll. Simple Network Management Protocol berfungsi untuk hal ini, jika semua node mendukung SNMP-agent maka perangkat lunak monitoring dapat memantau semua aktivitas yang terjadi di node misalnya kinerja processor, penggunaan RAM, trafik input/output dll. Salah satu aplikasi ini yang dikembangkan di Linux adalah NetSaintdan MRTG (Multi Router Traffic Grapher).
Aplikasi Backup dalam NOS menjadi salah satu hal yang penting dalam jaringan, NOS biasanya sudah membundel aplikasi ini dalam paketnya. Backup bisa dilakukan secara software ataupun hardware, secara software seorang Admin bisa melakukan remote backup ke mesin lain secara berkala, secara hardware backup biasanya dilakukan dengan disk-mirroring.

D. INSTALASI MANUAL SUDAH DISEDIAKAN DAN DIPAHAMI
Agar waktu yang digunakan untuk instalasi jaringan tidak terlalu lama sehingga terjadi efesiensi waktu. Anda perlu menyediakan dan mempelajari terlebih dahulu buku informasi atau manual book mengenai perangkat hardware yang akan anda pasang. Sehingga anda mempunyai gambaran bagaimana cara memasang perangkat-perangkat hardware tersebut.

E. MEMPERSIAPKAN PERANGKAT HARDWARE JARINGAN
Perangkat hardware jaringan adalah komputer itu sendiri, kartu jaringan atau Network Interface Card (NIC), modem, kabel, konektor, konsentrator kabel, pelindung, Hub, Switch dan perlengkapan tambahan (tools).
Komputer yang dipakai dalam jaringan umumnya mempunyai spesifikasi kelas AT dengan prosesor 80386 ke atas, kelas prosesor ini mampu memproses data dengan sistem arsitektur 32 bit. Untuk stations atau dumb-terminal bisa lebih rendah spesifikasinya.

Figure 1 : NIC
Kartu jaringan atau Network Interface Card (NIC) seperti gambar di atas menjadi syarat utama komputer tergabung dalam sebuah jaringan, setiap komputer minimal mempunyai satu kartu. Kartu ini bisa didesain sebagai Ethernet Card, Token Ring Card atau Fiber Distributed Data Interface (FDDI). Ketika Anda memilih kartu jaringan perhatikan hal-hal berikut :
1. Tipe Network (Ethernet, Token Ring, FDDI)
2. Tipe Media (Twisted pair, coaxial, atau fiber-optic)
3. Tipe Sistem Bus (PCI/ISA)
Modem memungkinkan computer untuk mentransmisi data melalui kabel telepon. Sehingga kita bisa terhubung dengan jaringan computer yang lebih luas lagi lingkupnya sudah terpisahkan oleh batas greografis.
Kabel yang digunakan bervariasi sesuai dengan topologi jaringan. Kabel jaringan yang paling banyak dipakai sekarang adalah Unshielded Twisted Pair (UTP) atau pasangan kabel berpilin tanpa pelindung. Jenis kabel ini mudah dalam pemasangan, tidak mahal, dan memiliki kinerja yang baik. Untuk pemakaian luar gedung digunakan Shielded Twisted Pair (STP).
Konektor yang dipakai dalam jaringan harus sesuai dengan jenis kabel dan jenis NIC. Beberapa konektor tertentu harus disertakan dengan pemasangan grounding untuk menghindari imbas listrik atau petir.
Hub dan Switch tidak jauh berbeda Pada switch paket diteruskan berdasarkan MAC address yang disimpan dalam table MAC address yang dimiliki switch. Fungsi keduanya adalah menghubungkan beberapa komputer menjadi satu jaringan. Mendukung media transmisi UTP.
Selain peralatan fisik juga dibutuhkan peralatan bantuan untuk pengerjaan pemasangan kabel seperti crimper, cable tester, AVOmeter dan network tester. Network tester cukup mahal, bisa ribuan dollar, untuk jariungan kecil bisa cukup dengan AVOmeter saja untuk memastikan kondisi sambungan yang dilakukan crimper layak digunakan.

F. LOG-SHEET/REPORT-SHEET TELAH DISIAPKAN
Log-sheet/report-sheet berfungsi sebagai catatan kebutuhan, kejadian dan prosedur yang terjadi dalam jaringan, biasanya berbentuk form yang diisi oleh user ataupun siapa saja yang berkaitan dengan kejadian yang terjadi. Log-sheet dapat digunakan dalam memproses kegiatan yang terjadi untuk bahan pelaporan dan evaluasi. Setelah jaringan terbentuk bisa saja sistem manual ini dipindahkan dalam bentuk digital menjadi Frequently Ask Questions (FAQ) dan trouble-ticket. Beberapa vendor NOS (Network Operating System) tertentu membuat sistem log-sheet yang bisa dipakai langsung oleh user. Di sisi operator jaringan ada juga yang menggunakan sistem maintenance sheet yang digunakan oleh operator/admin untuk memastikan prosedur perawatan berjalan sempurna.

G. MENYIAPKAN OPERATING SYSTEM KOMPUTER
Dalam LAN atau Local Area Network biasanya ada satu computer yang dijadikan sebagai server, yang dapat digunakan untuk menyimpan berbagai macam piranti lunak (Software) yang dapat digunakan untuk mengatur jaringan ataupun sebagai piranti lunak yang dapat digunakan oleh computer-komputer yang terhubung dalam jaringan tersebut(Komputer Client/Workstation). Komputer yang akan dijadikan sebagai server akan menggunakan Operating system yang memang mempunyai fasilitas-fasilitas atau fitur-fitur untuk mengatur jaringan. Contohnya adalah Windows Server 2000. Dan untuk client kita akan menggunakan Windows XP atau Windows 98.
Tentunya kita perlu menyiapkan spesifikasi hardware yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing Operating system. Untuk Windows server 2000 karena bertindak sebagai server tentunya harus memiliki spesifikasi yang lebih tinggi atau baik dibandingakan dengan client.

H. MELAKSANAKAN INSTALASI PERANGKAT HARDWARE JARINGAN
Pada tahap ini kita akan mulai memasang perangkat hardware yang telah kita persiapkan ke computer kita. Agar setiap computer dapat terhubung dan saling komunikasi.

1. Memasang Kartu Jaringan atau Network Interface Card Dengan Benar
NIC umumnya berupa kartu yang dapat ditancapkan ke dalam sebuah slot dalam motherboard komputer, yang dapat berupa kartu dengan bus ISA, bus PCI, bus EISA, bus MCA atau bus PCI Express. Pastikan agar tertancap dengan benar. Selain berupa kartu-kartu yang ditancapkan ke dalam motherboard, NIC juga dapat berupa kartu eksternal yang berupa kartu dengan bus USB, bus PCMCIA, bus serial, bus parallel atau Express Card, sehingga meningkatkan mobilitas (bagi pengguna yang mobile).
2. Memasang Modem Dengan Benar
Modem dibagi menjadi 2, yaitu :
1. Modem Eksternal

Figure 2 Modem Eksternal
Modem ini dapat terkoneksi melalui bus USB, bus PCMCIA, bus serial, bus parallel atau Express Card.
2. Modem Internal

Figure 3 Modem Internal

Jenis modem ini harus ditancapkan pada slot PCI pada motherboard. Pastikan agar modem tertancap dengan benar.

3. Sistem Perkabelan jaringan Disiapkan dan Dipasang dengan Benar
Kabel yang akan digunakan adalah UTP, panjang kabel disesuaikan dengan jarak antar computer yang akan mau dihubungkan. Lalu cara pemasangannya akan ditunjukan dalam langkah-langkah di bawah ini:
1. Potong kabel sepanjang kurang lebih 2-3 meter, panjang kabel disesuaikan dengan jarak antar computer
2. Keluarkan jaket yang berada di ujung kabel
3. Pisahkan kabel menjadi 4 pasang
4. Melepaskan pilinan setiap pasang kabel
5. Atur tata letak setiap kabel, berdasarkan pemakaian kabel dibagi menjadi dua: tipe Straight (Urutan warna PO, O, PH, B, PB, H, PC, C) dihubungkan untuk menghubungkan antara computer dengan transmisi dan tipe cross (urutan warna PH, H, PO, B, PB, O, PC, C) digunakan untuk menghubungkan antar alat transmisi.
6. Membersihkan pembungkus kabel sepanjang 1,2 cm dari ujung kabel.
7. Mempersiapkan urutan dari setiap kabel.
8. Memasukan setiap kabel pada setiap lubang pada konektor RJ-45
9. Mendorong kabel ke arah konektor RJ-45 untuk memastikan setiap kabel terhubung ke dalam setiap lubang.
10. Mengecek kembali dengan melihat urutan warna kabel yang ada pada RJ-45.
11. Mengklip RJ-45 untuk mengakhiri pemasangan dengan alat ‘Crimp Tool’
12. Melakukan kembali pemasangan pada ujung kabel lainnya.
13. Menggunakan ‘Cable Tester’ yang berfungsi mengetest apakah semua kabel dapat terhub0075ng secara elektrik.

4. Perangkat Penghubung antar Computer Seperti Hub/Switch di siapkan dan Dipasang dengan Benar.
Kita harus menentukan terlebih dahulu mana yang akan kita pilih antara Hub/Switch karena keduanya mempunyai fungsi yang sama. Kita akan mebahas lebih dalam Fungsi Hub dan Switch.
Hub memiliki fungsi untuk mengirimkan semua informasi yang telah diterima, jadi seluruh peralatan yang terhubung ke portnya akan menerima informasi. Ini akan berdampak ‘Traffic’ yang tidak perlu tetap dikirimkan ke semua alat. Dalam lingkup network yang tidak terlalu besar hal itu tidak berdampak besar tetapi untuk network dengan lingkup yang jauh lebih besar akan sangat berdampak yang akan menjadikan transfer time menjadi lambat.
Switch mengirimkan informasi berdasarkan address yang terdapat pada setiap paket informasi. Ketika menerima paket informasi, switch akan mengecek addressnya dan akan mengirimkan paket tersebut hanya ke port yang dituju. Hal ini akan mengurangi ‘Traffic’ yang tidak perlu yang akan muncul jika informasi yang sama akan dikirimkan ke seluruh port (seperti Hub).
Jadi antara Hub atau Switch aman yang harus kita pilih? Di dalam network yang terdapat kurang dari 30 Users, akan sangat cocok apabila menggunakan Hub. Jika network terdapat lebih dari 50 Users kita akan membutuhkan switch, untuk mengurangi jumlah ‘Traffic’ yang tidak perlu yang telah dihasilkan oleh Hub.
Setelah kita menentukan mana yang akan kita gunakan, cara pemasangan kedua alat ini sangat mudah. Anda dapat mengikuti instruksinya yang terdapat pada manual booknya.
5. Instalasi Driver Hardware Jaringan yang Dibutuhkan
Langkah pertama untuk melakukan koneksi internet adalah menginstalasi modem. Modem merupakan perangkat perantara antara komputer anda dengan saluran telepon agar dapat berhubungan dengan ISP (Internet Service Provider - penyedia jasa internet) anda.
1. Klik Start, pilih Settings,pilih Control Panel. Maka akan muncul window Control Panel.
2. Pada windows Control Panel, pilih icon Modem dan klik dua kali sehinga muncul window Instal New Modem (bagi yang pernah memasang modem sebelumnya makan akan tampil window Modem Properties. Bila anda ingin menambah driver modem baru, klik Add).

Windows dapat melakukan deteksi otomatis terhadap perangkat modem yang telah terpasang pada PC anda, tapi hal ini terbatas pada modem yang telah dikenali oleh Windows. Apabila anda memilih deteksi otomatis, maka kosongkan kotak Don’t detect my modem, lalu tekan Next.
Apabila anda memiliki modem jenis baru dan disertai file driver (dalam disket / CDROM), sebaiknya anda memilih deteksi manual sehingga dapat memanfaatkan feature terbaru dari modem tersebut (misal kemampuan support 56 kBps, fax, voice, dll). Untuk itu pilih kotak Don’t detect my modem, dan tekan Next.
3. Pada menu selanjutnya ditampilkan daftar modem yang telah dikenali dan tersedia drivernya oleh Windows. Pilih type modem yang sesuai dengan modem anda, lalu tekan Next.
Apabila anda tidak memiliki file driver, maka anda dapat memilih type Standard Modem, misalnya dengan kecepatan 28800 bps, lalu tekan Next lalu anda dapat langsung menuju ke langkah 5.

Apabila anda memiliki file driver (disket / CDROM) yang disediakan pabrikan, maka pasang disket / CDROM tersebut, lalu tekan tombol Have Disk.
4. Pada menu selanjutnya muncul window Install From Disk. Masukkan disket / CDROM yang berisi file driver modem anda, pilih dirive yang sesuai (A:\ atau pilih CDROM, lokasi lain menggunakan menu Browse).

5. Apabila file driver berhasil di ambil, maka akan muncul window mengenai driver tersebut (pada contoh ini, driver modemnya V90 & K56Flex DATA-FAX-VOICE Modem, yang memiliki kemampuan s/d 56 kBps). Pilih driver yang sesuai (bila lebih dari satu), selanjutnya tekan Next.

6. Setelah selesai, maka anda harus menentukan port komunikasi (COM) dimana modem tersebut terpasang. Sebagai contoh, dipilih port COM1 karena biasanya modem terpasang pada port tersebut (kecuali dipakai untuk media lain). Kemudian tekan Next.

Pada tahap ini bila dilakukan dengan benar, maka modem akan terpasang pada PC anda. Klik Finish untuk mengakhiri setup modem Anda. Untuk melakuan koneksi internet, anda harus melakukan setting dial up untuk menentukan nomor telepon ISP yang menyediakan akses internet.
Cara instalasi driver NIC (Network Interface Card) pada sisitem Windows, ikuti langkah berikut:
1. Hidupkan komputer anda dan lihat layar.
Windows, mendeteksi sebuah kartu baru diapasang, secara cepat menampilkan New Hardware Found di layar dan menjalankan Add New Hardware Wizard. Wizard ini membawa Anda melalui langkah penginstalan driver.
Kotak dialog pertama dari Add New Hardware Wizard mengidentifikasi hardware baru yang baru saja dideteksi.
2. Klik Next.
3. Kotak dialog Next menanyakan apakah anda ingin Windows mencari perangkat baru atau apakah anda ingin memilih perangkat dari daftar. Pilih opsi pertama, Yes (Recommneded), lalu klik Next.
4. Pilih kotak cek di sebelah satu atau lebih opsi untuk mencari driver: Floppy Drive, CD-ROM, Microsoft Windows Update, dan spesific Location.
Pilih Floppy Disk jika NIC Anda disertai disket. Masukan disket pada floppy disk drive. Jika Anda memilih CD-ROM, masukan CD Windows atau cd lain pada drive CD Anda. Jika Anda memilih Microsoft Windows update, Anda harus memiliki koneksi internet aktif karena opsi ini akan membuka situs Web Windows Update. Jika anda memilih spesifik Location, Anda harus mengetikan path ke driver tersebut, seperti D:\WIN98.
5. Klik Next untuk membuat Wizard mencari driver yang sesuai.
Kotak dialog wizard selanjutnya menampilkan tempat driver berada.
6. Klik Next, lalu klik Finish.
Setelah driver diinstal, wizard akan menanyakan apakah anda ingin me-restart komputer. Windows tak akan mengenali driver secara tepat hingga Anda me-restartnya, jadi klik Yes.





I. MELAKUKAN DIGNOSIS PERANGKAT JARINGAN
Hal selanjutnya yang perlu kita lakukan adalah memeriksa keseluruhan alat atau perangkat hardware yang telah terpasang di computer apakah berfungsi dengan baik. Langkah ini sangat diperlukan agar kita langsung mendeteksi apabila terdapat perangkat yang rusak.
1. Pemasangan Konektor Kabel di Uji Kebenarannya.


Figure 4 Cable Tester

Alat yang ditunjukan di atas digunakan untuk menguji UTP yang telah Anda buat, Anda tinggal memasukan kedua ujung kabel ke alat tersebut dan apabila ada lampu yang tidak menyala maka Anda kurang kencang memasukan kabel ke dalam konektor RJ-45. Apabila itu terjadi maka Anda perlu membuat UTP lagi di ujung kabel yang tidak menyala lampunya tersebut.

2. Pemasangan Hub/Switch di Uji Koneksinya.


Figure 5 Hub/Switch
Untuk mendeteksi apabila ada kesalahan atau tidak pada Hub atau Switch sangat mudah. Apabila Anda telah mengetahui bahwa UTP yang telah Anda buat telah berfungsi dengan baik, setelah dilakukan uji dengan cable tester. Tetapi Anda menemukan setelah memasukan kedua ujung UTP ke masing-masing port yang terdapat pada NIC dan HUB/Switch dan Anda menemukan lampu pada Hub tidak menyala sedangkan pada NIC menyala. Maka Anda perlu mempertanyakan kualitas Hub/Switch yang anda miliki. Dan Anda perlu mengganti Hub/Switch yang rusak tersebut dengan yang baru.


3. Pemasangan Card Ethernet Dideteksi dengan Baik.
Untuk mengetahui apakah kartu jaringan atau NIC yang telah kita pasang telah terdeteksi oleh Windows, ikuti langkah berikut:
1. Klik kanan pada My Computer
2. Pilih Properties
3. Pilih Tab Hardware
4. Klik pada Device Manager
5. Klik Network Adapters, di sana anda akan menemukan kartu NIC yang telah terinstal.
6. Lalu Anda klik kanan pada NIC yang telah terinstal itu dan pilih properties.
7. Lalu pada device status akan terlihat informasi yang menunjukan status dari NIC tersebut.

4. Instalasi Driver Perangkat Keras Jaringan Dapat Berjalan dengan Benar.
Setelah Anda menginstal driver jaringan pada computer, tugas Anda belum selesai sampai di situ. Anda harus melakukan pengecekan untuk mengetahui apakah terjadi kerusakan pada software yang telah anda install. Tetapi biasanya hal ini jarang sekali terjadi. Ketika Anda melakukan instalasi driver untuk pertama kalinya dan berjalan dengan lancer, maka bisa dipastikan driver yang anda install dapat berjalan dengan benar.
Untuk melakukan pengecekannya dalah sebagai berikut:
1. Klik kanan pada My Computer.
2. Pilih Properties.
3. Pilih Tab Hardware.
4. Klik pada Device Manager.
5. Klik Network Adapters, di sana anda akan menemukan kartu NIC yang telah terinstal. Apabila terdapat tanda Tanya ‘?’ di sebelah kirinya maka kemungkinan drivernya tidak cocok dengan NIC yang telah dipasang.
6. Klik Modem, di sana anda akan menemukan kartu Modem yang telah terinstal. Apabila terdapat tanda Tanya ‘?’ di sebelah kirinya maka kemungkinan drivernya tidak cocok dengan Modem yang telah dipasang.


J. MELAKUKAN DOKUMENTASI INSTALASI JARINGAN COMPUTER.
Hal terakhir yang harus Anda lakukan adalah melakukan dokumentasi keseluruhan kegiatan yang telah anda lakukan dalam proses Instalasi jaringan computer. Ini akan membantu anda nantinya ketika anda ingin mebangun jaringan computer baru lagi, jadi dengan adanya dokumentasi anda akan mengerjakan instalasi jaringan computer dengan lebih cepat dalam hal waktu.

1. Permasalahan Kerusakan Instalasi Jaringan Dicatat Secara Rinci.
Pencatatan ini dilakukakan oleh user yang melakukan instalasi jaringan. Pencatatan ini dilakukan pada Log-sheet atau report-sheet yang telah disiapkan sebelumnya. Pada tahap ini Anda menuliskan semua kerusakan atau masalah yang Anda hadapi ketika melakukan instalasi jaringan komputer. Dan anda perlu sertakan juga bagaimana cara Anda mengatasi masalah tersebut. Laporan ini akan sangat membantu sekali untuk administrator jaringan yang nantinya bertugas untuk memastikan jaringan komputer yang telah anda buat berjalan dengan baik.

2. Kebutuhan Instalasi Jaringan di laporkan dengan Lengkap.
Hal terakhir yang perlu anda lakukan adalah membuat laporan mengenai kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dalam instalasi jaringan komputer yang telah anda buat. Yang perlu anda catat dalam laporan ini adalah :
1. Seluruh komponen hardware penyusun komputer. Baik yang bertindak sebagai Server maupun yang bertindak sebagai client. Hal ini untuk membantu apabila terjadi instalasi ulang Operating System yang mungkin terjadi, yang mungkin disebabkan oleh virus, jadi operating system harus diinstal ulang agar komputer tersebut dapat berfungsi dengan baik kembali. Apabila CD driver penyusun perangkat hardware komputer tersebut hilang atau apabila driver yang ada tidak dapat digunakan pada Operating system baru yang diinstal, maka user tetap dapat mancari driver hardware tersebut melalui internet dengan mengetahui spesifikasi hardware yang telah anda catat.
2. UTP sebagai penghubung masing-masing komputer dengan Hub atau switch digambarkan secara kasar. Agar user mengetahui UTP yang berada di port Hub atau Switch yang pertama, terhubung ke komputer accounting atau payroll. Jadi nantinya administrator akan sangat terbantu apabila ada UTP yang telah rusak dan perlu diganti dengan yang baru.

No comments:

Post a Comment